Pertanyaan tentang Kelas Maya
1. Apa yang dimaksud dengan kelas maya?
2. Sebutkan jenis-jenis pengelompokkan kelas maya?
3. Sebutkan fitur-fitur kelas maya?
4. Sebutkan manfaat kelas maya?
5. Bagaimanakan pemanfaatan kelas maya pada jejaring sosial edmodo?
Pertanyaan tentang E-Learning
1. Apa yang dimaksud dengan E-Learning?
2. Sebutkan contoh pembelajaran E-Learning secara formal?
3. Sebutkan kelebihan dari E-Learning?
4. Siapa saja yang dapat menggunakan fasilitas E-Learning?
5. Metode komunikasi apa saja yang dapat digunakan oleh seseorang menggunakan E-Learning untuk dapat saling berkomunikasi?
1. Berikut ini adalah kelebihan dari E-Learning, kecuali....
a. Siswa dapat lebih muda mengerjakan tugas/ulangan
b. Lebih efisien
c. Tidak boros waktu
d. Mudah dalam nengerjakan soal karena dapat melihat buku ajar
e. Lepas dari pengawasa guru,siswa dapat mengerjakan soal dengan melihat buku
2. Dalam pembelajaran yang memanfaatkan e-learning dibutuhkan berbagai komponen pendukung, kecuali....
a. Perangkat keras (hardware)
b. Perangkat lunak (software)
c. Infrastruktur
d. Konten pembelajaran.
e. Tidak ada strategi interaksi/komunikasi pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran
3. Apa Kepanjangan dari LMS....
a. Large Management System
b. Learning Management System
c. Long Management System
d. Lost Management System
e. Language Management System
4. Berikut ini jenis-jenis perangkat lunak pendukung kelas maya, kecuali....
a. Learning Management System
b.Learning Content Management System
c. LMS vs LCMS
d. Social Learning Network/s
e. Language Management System
5. Yang bertujuan untuk mendorong penggunanya memiliki pengalaman baru dalam belajar menggunakan jejaring sosial (Social Network) yang telah dilengkapi dengan konsep kepedulian sosial adalah....
a. Large Management System
b. Learning Management System
c. Long Management System
d. Computer Supported Social Learning
e. Lost Management System
Minggu, 23 November 2014
Sabtu, 22 November 2014
E-Learning
Pengertian E-Learning
Sekilas perlu kita pahami ulang apa e-Learning itu
sebenarnya. E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang
memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet.
E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat
mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti
pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu
bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan
lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan
secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara
off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini
aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan
melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut
dan belajar di tempat di mana dia berada.
Ada beberapa pengertian berkaitan dengan e-Learning
sebagai berikut :
Pembelajaran jarak jauh.
Pembelajaran jarak jauh.
E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu
tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang,
sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di
kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan
real-time ataupun secara off-line atau archieved.
Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di
rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet
ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola
oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau perusahaan
penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan
tempat dari mana ia mengakses pelajaran.
Pembelajaran dengan perangkat komputer
Pembelajaran dengan perangkat komputer
E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat
komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd
drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer
yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat
berpartisipasi dalam e-Learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut
berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat
diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas
konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.
Pembelajaran formal vs. informal
Pembelajaran formal vs. informal
E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal
maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan
kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun
berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola
e-Learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat
interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau
pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan
perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di
bidang penyediaan jasa e-Learning untuk umum. E-Learning bisa juga dilakukan
secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana
mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang
ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu
pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).
Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing.
Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing.
Walaupun sepertinya e-Learning diberikan hanya melalui
perangkat komputer, e-Learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola oleh tim
yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu:
Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan
Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-Learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari
Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari
Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya.
Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan
Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-Learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari
Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari
Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya.
Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang
ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan,
serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain,
dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan
test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh.
E-Learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin,
tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-Learning
ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.
E-learning is the interst metode
E-learning adala suatu proses pembelajaran yang dilakukan di SMA 1 PARE,yang menggunakan basic komputer.Metode ini menjadi suatu ciri khas tersendiri, karena dengan metode in siswa dituntut mampu menguasai program-program komputer. Selain itu dengan adanya metode seperti ini,antar siswa dapat memberikan sutu pengajaran kepada teman lainnya dengan skill yang dimilikinya dengan perantara guru.
E-learning is the interst metode
E-learning adala suatu proses pembelajaran yang dilakukan di SMA 1 PARE,yang menggunakan basic komputer.Metode ini menjadi suatu ciri khas tersendiri, karena dengan metode in siswa dituntut mampu menguasai program-program komputer. Selain itu dengan adanya metode seperti ini,antar siswa dapat memberikan sutu pengajaran kepada teman lainnya dengan skill yang dimilikinya dengan perantara guru.
Kelebihan E-learning :
1.siswa dapat lebih muda mengerjakan tugas/ulangan
2.lebih efisien
3.tidak boros waktu
4.mudah dalam nengerjakan soal karena dapat melihat buku ajar
5.ulangan/tugas dapat dikerjakan sewaktu-waktu,tapi harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
1.siswa dapat lebih muda mengerjakan tugas/ulangan
2.lebih efisien
3.tidak boros waktu
4.mudah dalam nengerjakan soal karena dapat melihat buku ajar
5.ulangan/tugas dapat dikerjakan sewaktu-waktu,tapi harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Kekurangan E-learning :
1. lepas dari pengawasa guru,siswa dapat mengerjakan soal dengan melihat buku
2.karena kurangnya penguasaas program-program komputer ,siswa menjadi tertinggal dalam
menerjakan tugas/soal ulangan
1. lepas dari pengawasa guru,siswa dapat mengerjakan soal dengan melihat buku
2.karena kurangnya penguasaas program-program komputer ,siswa menjadi tertinggal dalam
menerjakan tugas/soal ulangan
Kritik dan saran tentang E-learning:
E-learnig merupakan suatu metode pemblajaran siswa,yang dapat menjembatani siswa untuk melakukan kompetisi di dunia luar. dengan demikian saya berharap metode E-learning tidak berhenti disitu saja, tapi dapat melahirkan metode-metode baru yang dapat membantu dalam proses belajar mengajar antara siswa dengan guru.
E-learnig merupakan suatu metode pemblajaran siswa,yang dapat menjembatani siswa untuk melakukan kompetisi di dunia luar. dengan demikian saya berharap metode E-learning tidak berhenti disitu saja, tapi dapat melahirkan metode-metode baru yang dapat membantu dalam proses belajar mengajar antara siswa dengan guru.
Kelas Maya
Kelas Maya
Pengertian dari kelas virtual sendiri
adalah kelas yang diadakan tanpa tatap muka secara langsung antara pengajar dan
yang menerima bahan ajar. Kelas virtual berhubungan langsung dengan internet.
Dimana pengajar menyediakan sebuah forum kepada para penerima bahan ajar dan
melakukan diskusi seperti kegiatan belajar mengajar dikelas.
Kelas maya atau kelas virtual adalah sebuah lingkungan
belajar berbasis web yang :
•> Memanfaatkan teknologi informasi dan
komunikasi khususnya jejaring pembelajaran sosial (social learning network)
untuk pembelajaran dan manajemen kelas, dan
•> Memuat konten-konten digital yang dapat
diakses dan dipertukarkan dimana saja, dari mana saja, dan kapan saja.
1. Aktivitas sistem kelas maya
Kegiatan belajar yang dilaksanakanoleh siswa
secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
•> Siswa mengikuti kelas maya untuk mata
pelajaran tertentu dengan jadwal tertentu
•> interaksi antara siswa dan guru dilakukan
ditempat terpisah dengan syarat waktu kelas tetap disepakati bersama oleh
siswa dan guru
•> Di bawah bimbingan guru, siswa mengikuti
proses pembelajaran melalui kelas maya berbasis web(web virtual class).
2. Penerapan sistem kelas maya Berikut ini adalah
beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan kelas maya:
•> Ketersediaan hardware dan software
pendukung yang dibutuhkan,
•> Tersedianya infrastruktur jaringan
pendukung yang memadai, dan
•> Kebijakan pendukung pelaksanaan kelas maya.
Pengertian dari kelas virtual sendiri
adalah kelas yang diadakan tanpa tatap muka secara langsung antara pengajar dan
yang menerima bahan ajar. Kelas virtual berhubungan langsung dengan internet.
Dimana pengajar menyediakan sebuah forum kepada para penerima bahan ajar dan
melakukan diskusi seperti kegiatan belajar mengajar dikelas.
Yang membedakan kelas virtual dengan
kelas biasa sobat, yaitu adanya pembatasan berkomunikasi, karena jelas beda
berdiskusi secara langsung dengan berdiskusi secara tidak langsung.
Dalam kelas maya dapat diketahui
kemajuan proses belajar, yang dapat dipantau baik oleh guru, siswa maupun orang
tua. Selain digunakan untuk proses pendidikan jarak jauh, system tersebut juga
dapat digunakan sebagai penunjang kelas tatap muka.
A.
Jenis-jenis
Pengelolaan Kelas Maya
Pengelolaan kelas maya dapat
dilakukan menggunakan berbagai aplikasi antara lain sebagai berikut :
1. Learning Management System
LMS atau yang lebih dikenal dengan
Learning Management System adalah suatu perangkat lunak atau software untuk
keperluan administrasi, dokumentasi, laporan sebuah kegiatan, kegiatan belajar
mengajar dan kegiatan secara online (terhubung ke internet), E-learning dan
materi-materi pelatihan. Dan semua itu dilakukan dengan online.

2. Learning Content Management System
Aplikasi komputer yang digunakan
untuk membuat, memperbaharui, mengelola atau mempublikasikan isi dalam sebuah
sistem yang teroganisir dan konsiten yang bisa diakses dari intranet di
jaringan lokal atau internet.. LCMS digunakan untuk menyediakan, mengawasi,
memperinci dan mempublikasikan dokumen-dokumen spesifik seperti artikel, manual
operator, manual teknis, panduan penjualan dan brosur penjualan. Sebuah LCMS
dapat berisi file komputer, gambar, audio, video, dokemen elektronik dan isi
website.
3. Social Learning Network (SLN)
SLN adalah jejaring social untuk
pembelajaran yang terjadi pada skala yang lebih luas daripada kelompok belajar.
Menginggal skala sosialnya yang lebih besar, media ini bagi sebagian peserta dapat
menyebabkan perubahan sikap dan perilaku, sedangkan bagi sebagian yang lain
tidak menimbulkan dampak apa-apa.
C.
Fitur Kelas Maya
Fitur kelas maya sebagai berikut :
•> Konten yang relevan dengan tujuan belajar.
•> Menggunakan metode instruksional seperti
contoh dan praktek untuk membantu belajar siswa.
•> Menggunakan elemen media seperti kalimat
dan gambar untuk mendistribusikan konten dan metode belajar.
•> Pembelajaran dapat secara langsung dengan
instruktur (synchronous) ataupun belajar secara individu atau otodidak
(asynchronous).
•>
Membangun wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar.
D.
Manfaat Kelas Maya
-> Di
dalam pelaksanaan ‘Virtual Classroom’ terdapat berbagai manfaat yang diperoleh
oleh para pelajar. Pembelajaran yang berasaskan IT mendorong pelajar untuk
meningkatkan pengetahuan dan prestasi mereka di dalam penggunaan teknologi yang
terkini bagi mencapai matlamat mereka. Selain menambah ilmu mereka juga dapat
menaik taraf penggunaan media di dalam kehidupan seharian mereka.
-> Selain dari
itu, mode pelaksanaan kelas maya ini memerlukan pelajar untuk berinteraksi dan
memberikan pendapat di dalam forum yang telah disediakan. Melalui forum ini
pelajar akan mendapat maklumbalas dan seterusnya memberi respon yang sewajarnya
bagi sesuatu topik yang dibincangkan. Melalui kaedah ini, pembelajaran,
pemikiran kritis dan kreatif boleh berlaku dengan berkesan. Melalui
interaktiviti juga seseorang pelajar akan mencari maklumat selanjutnya untuk
memenuhi keperluan ingin tahunya dan membina pengetahuan baru mengenai sesuatu
konsep dan kefahaman. Secara tidak langsung ia dapat menjadikan pelajar sebagai
seorang yang berdikari dan peka terhadap pembelajaran yang dialaminya
-> mendorong pelajar untuk meningkatkan ilmu
pengetahuan teknologi
-> dapat melatih pelajar untuk berinteraksi dan memberikan pendapatnya
-> mendorong pelajar untuk lebih ingin tau
-> melatih pemikiran kreatif dan inovatif dengan menarik dan berkesan.
-> dapat melatih pelajar untuk berinteraksi dan memberikan pendapatnya
-> mendorong pelajar untuk lebih ingin tau
-> melatih pemikiran kreatif dan inovatif dengan menarik dan berkesan.
E.
Pemanfaatan pada jejaring sosial Edmondo
Edmodo
adalah program jejaring sosial untuk guru, siswa dan orang tua yang berbasis
sekolah. Sebenarnya program jejearing sosial ini telah dikembangkan mulai
September 2008 oleh Nicolas Borg dan Jeff O’Hara. Edmodo merupakan representasi
institusi virtual yang berkantor pusat di San Mateo, California.
Kenapa harus Edmodo ?
Karena Edmodo merupakan jejaring sosial yang dapat
diakses dimana saja asal ada internet, aplikasinya gratis, interfacenya mirip
facebook(familiar dengan dunia anak saat ini),
Keunggulan Edmodo, antara lain menyediakan fasilitas
yang mudah dan aman dalam mengembangkan kelas sesuai dengan keinginan, memberi
kesempatan terjadinya pembelajaran sesuai karakteristik murid yang berbeda
secara personal, dan menyediakan sarana komunikasi bagi guru,siswa dan orang
tua/wali murid secara personal.
Keunggulan lainnya adalah Edmodo akan memudahkan guru,
siswa dan orang tua dalam berbagai ide /gagasan, berbagi file, penugasan PR,
penilaian, kuis/ulangan, polling, diskusi, mengingatkan tugas dll.
Namun kekurangan pada edmodo adalah yang pertama, Edmodo tidak terintegrasi dengan jenis sosial media apapun, seperti facebook, twitter atau google plus. Padahal pada saat sekarang ini, hampir setiap website terintegrasi dengan media sosial supaya penggunanya dapat berbagi (sharing), yang kedua “Languange” penggunaan bahasa program yang masih berbahasa inggris sehingga terkadang menyulitkan guru dan siswa, dan yan g ketiga Video Conference belum tersedia, hal ini cukup penting untuk berinteraksi dengan siswa jika guru tidak bisa hadir secara langsung di ruang kelas
Namun kekurangan pada edmodo adalah yang pertama, Edmodo tidak terintegrasi dengan jenis sosial media apapun, seperti facebook, twitter atau google plus. Padahal pada saat sekarang ini, hampir setiap website terintegrasi dengan media sosial supaya penggunanya dapat berbagi (sharing), yang kedua “Languange” penggunaan bahasa program yang masih berbahasa inggris sehingga terkadang menyulitkan guru dan siswa, dan yan g ketiga Video Conference belum tersedia, hal ini cukup penting untuk berinteraksi dengan siswa jika guru tidak bisa hadir secara langsung di ruang kelas
Langganan:
Postingan (Atom)

